Selasa, 14 April 2009

Tukang pijat

Saya bukanlah termasuk orang yang gemar pijat. Tidak seperti ibu mertua atau tetangga2 saya yang secara rutin memanggil tukang pijat langganannya. Pijat buat saya hanya sebatas iseng alias kalau badan lagi pegal2 itupun tidak setiap pegal2 saya memanggil tukang pijat. Biasanya ketika ke rumah ibu mertua dan ada tukang pijat langganannya, saya ditawarin untuk dipijat juga. Atau kalau lagi habis denger cerita dari tetangga yang habis dipijat oleh tukang pijat langganannya, sayapun ingin dipijat juga.

Tetangga2 saya punya langganan tukang pijat dari kampung tetangga. Bisa dikatakan tukang pijat ini langganan satu kompleks. Sayapun beberapa kali dipijat olehnya. Itupun tidak selalu saya yang memanggil, kadang2 si tukang pijat datang sendiri dan menawarkan diri. Mungkin tips saya gede kali ya makanya si tukang pijat demen ke rumah saya...hahaha. Lha khan tidak enak mau ditolak. Selama dipijat biasanya si tukang pijat ini suka bercerita. Cerita gossip dari A sampai Z lengkap diceritakan selama memijat. Si Abi kurang sreg dengan si tukang pijat ini, karena menurut Abi kalo dia cerita gossip, mau ndak mau pasti kita ikutan kena gossipnya.

Ibu mertua saya punya beberapa tukang pijat langganan. Ada seorang tukang pijat langganannya yang termasuk sering memijat saya. Orangnya sudah tua, tapi tenaganya luar biasa. Pijatannya enak sehingga membuat saya sering ketiduran. Kadang2 saya memilih untuk pura2 ketiduran karena si tukang pijat ini juga demen bercerita tapi dalam bahasa Sasak. Lha bahasa Sasak saya khan minim, daripada hanya berkata iya, iya dan iya lagi saking tidak mengerti, lebih baik khan saya pura2 ketiduran biar aman...hehehe.

Ketika saya ke rumah ibu mertua suatu kali, rupanya tukang pijatnya lain lagi. Seperti biasa ibu nawarin saya untuk dipijat. Saya sih ayo aja. Kali ini aman karena walaupun dia orang Sasak tapi bahasa Indonesianya bagus jadi saya tidak perlu pura2 ketiduran...hehehe. Kalau saya perhatikan, rata2 tukang pijat demen cerita ya. Si tukang pijat inipun sepanjang memijat juga bercerita tentang keahliannya membuat obat tradisional. Setiap hari dia minum air yang diembunkan dan mengkonsumsi perasan air sirih yang ditumbuk dengan merica untuk menjaga kebugarannya. Tapi kok ujung2nya kok dia bercerita tentang hal2 yang berbau mistik. Hiii...saya dipijat sambil merinding...hehehe.

Well, yang paling aman adalah dipijat oleh Abi. Walaupun Abi mijatnya asal alias suka2 tapi rasanya seperti dipijat oleh ahli pijat di Spa...hahaha

Diambil dari : http://findinghani.blogspot.com/2005/07/tukang-pijat.html

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar